Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) yang ke-VI
  • akuakultur
  • 18. 06. 2022
  • 0
  • 1000

Editor: Muktaridha, S.Pd., M.Si

Mahasiswa Program Studi Akuakultur telah melakukan Musyawarah Besar (Mubes) Jilid VI dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kader Pimpinan yang Aktif, Berkompeten dan Memegang Teguh Prinsip Fighting Together and Respect Each Other” pada Tanggal 15-16 Juni 2022 (Rabu-Kamis). Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 – 18.00 WIB dengan serangkaian pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ARR) organisasi serta pemilihan ketua Komisi Pemilihan Raya (KPR). Kegiatan tersebut diketuai oleh Andika Pradana dan pelaksanaan Mubes dipimpin oleh tiga orang Pimpinan Sidang, yaitu Siti Halimah, Al Izzawalis dan Khairul Nufus.

Beberapa dosen turut hadir dalam kegiatan tersebut terutama Bapak Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si selaku ketua program studi dan Bapak Sufal Diansyah, S.Kel., M.Si yang merupakan Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur. Selain itu juga terpantau beberapa dosen lainnya seperti Ibu Dini Islama, S.Kel., M.Si, Agusriati, M.Pd, dan Fizra Hasibuan, M.Si. Yusran Ibrahim dalam paparannya menekankan konsep pemimpin yang hebat itu adalah mampu meregenerasi banyak pemimpin lainnya, sehingga akan terjadi kontinyuitas dalam menjalankan program jangka panjang untuk kemaslahan bersama. Bapak Sufal Diansyah dalam paparannya turut menambahkan tentang pentingnya menumbuhkan motivasi dan kreativitas ketika ada kelemahan yang sedang dihadapi, karena mahasiswa adalah tokoh perubahan (Agent of Change). Andika Pradana selaku ketua panitia menyampaikan bahwa dengan adanya Musyawarah Besar ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan peran aktif seluruh anggota HIMAKUA serta melahirkan sosok pemimpin yang berkompeten dan mampu membawa HIMAKUA ke arah yang lebih baik kedepannya.

Intisari dari kegiatan Mubes yang dilakukan adalah pembahasan AD/ART dan penetapan ketua Komisi Pemilihan Raya (KPR). Beberapa aturan dalam AD/ART yang dibahas secara hangat seperti membuat peraturan tambahan untuk pemilihan secara aklamasi, karena selama ini pemilihan diatur secara kontras harus melalui tahapan demokarasi seperti pada umumnya. Pemilihan secara aklamasi diperkirakan akan bermanfaat dalam kondisi tertentu ketika pemilihan secara demokrasi tidak memungkinkan dilakukan. Di penghujung kegiatan ditetapkan Zayu Muhammad Habiballah sebagai ketua KPR yang akan bertanggungjawab  untuk menyelenggarakan pemilihan ketua HMJ, dan kegiatan tersebut direncanakan akan dilakukan setelah liburan semester genap berakhir.

Komentar :

Lainnya :