Rapat Bulanan  Program Studi Akukultur - Edisi Juli 2022
  • akuakultur
  • 13. 07. 2022
  • 0
  • 792

Editor: Muktaridha, S.Pd., M.Si

Program Studi Akuakultur telah melaksanakan rapat bulanan yang berlangsung pada tanggal 7 Juli 2022. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Prodi dan dibuka oleh Dini Islama, S.Kel., M.Si selaku sekretaris prodi. Agenda utama dalam rapat tersebut disampaikan oleh Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si selaku ketua Program Studi, berupa distribusi pengampu matakuliah untuk persiapan semester Ganjil Tahun 2022/2023, rencana realisasi Program Liga Prodi, Persiapan workshop kurikulum, penelitian dosen, dan magang  mahasiswa.

Tahun ajaran 2022/2023 merupakan suasana baru bagi Prodi Akuakultur, karena telah mendapatkan tambahan Pengajar sebanyak 5 orang dari hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021. Kondisi tersebut dilakukan penyesuaian lebih lanjut sehingga matakuliah yang diajarkan dapat disesuaikan dengan bidang ilmu yang digelutinya. Selain itu, dosen pengampu matakuliah telah diatur sedemikian rupa berdasarkan tingkat pengalamannya, sehingga diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang mumpuni dari kalangan profesional tersebut. Khusus untuk tenaga pengajar yang baru juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara penuh dan tetap berkoordinasi dengan Program Studi selama perkuliahan di kemudian hari.

Rencana realisasi program Liga Prodi yang merupakan kompetisi internal dalam ruang lingkup Universitas Teuku Umar (UTU). Kompetisi tersebut dinilai berdasarkan parameter Indeks Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Akuakulatur telah mendapatkan rangking tiga dari hasil evaluasi pada tahun 2021, sehingga memperoleh insentif untuk meningkatkan pelayanan kegiatan akademis dan kemahasiswaan. Program yang dirancang untuk memanfaatkan dana tersebut berupa Workshop kurikulum Merdeka Belajra Kampus Merdeka (MBKM), hibah internal Prodi, dan belanja modal untuk meningkatkan mutu layanan prodi.

Kegiatan penelitian dosen diarahkan kepada tema utama yaitu pengembangan dan pelestarian ikan lokal di Aceh. Hal tersebut didasari oleh masih kurangnya pemuliaan spesies tersebut, sehingga banyak yang terancam punah akibat dari eksplotasi yang berlebihan dan degradasi lingkungan perairan. Dosen akuakultur telah diarahkan secara langsung untuk melakukan penelitian dan dibagi ke dalam 4 kelompok yang masing-masingnya diketuai oleh Dini Islama, Zulfadli, Citra Dina Febriana, Agusriati Mulyana.

Kegiatan magang mahasiswa selama ini telah berjalan cukup baik, yang ditandai dari persentase capaian lulusan dan aplikasi pengalaman mereka di lapangan. Namun, beberapa hal perlu dievaluasi Kembali terutama terkait dengan luaran Karya Tulis Ilmiah (KTI), karena tidak semua mahasiswa memiliki kompetensi dalam hal publikasi ilmiah. Seyogyanya, mahasiswa yang tidak mampu membuat KTI diarahkan untuk melakukan penelitian skripsi tanpa perlu mengkhawatirkan nilai matakuliah KTI. Kondisi magang/KTI tersebut sejatinya merupakan implementasi dari kurikulum MBKM, sehingga beberapa mahasiswa yang masih sulit menyesuaikan diri dapat memilih alternatif matakuliah skripsi. Alternatif terbaik adalah mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan keduanya sehingga dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan jejak Pendidikan yang mumpuni.

Komentar :

Lainnya :